PEMUDA PERSATUAN ISLAM HARJAMUKTI

بسم الله الر حمن الر حيم
! انا مسلم قبل كل شيئ
AHLAN WA SAHLAN, IKHWATU IMAN

SEMOGA KITA SEMUA DALAM RAHMAT DAN LINDUNGAN ALLAH AZZA WAJALLA


Jumat, 20 September 2013

Orang Yang Paling Dikagumi Imannya


Orang Yang Paling Dikagumi Imannya


وَمَا لَكُمْ لا تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالرَّسُولُ يَدْعُوكُمْ لِتُؤْمِنُوا بِرَبِّكُمْ وَقَدْ أَخَذَ مِيثَاقَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Dan mengapa kalian tidak beriman kepada Allah Padahal Rasul menyeru kalian supaya kalian beriman kepada Rabb kalian. dan Sesungguhnya Dia telah mengambil perjanjian kalian jika kalian adalah orang-orang yang beriman. QS Al Hadid: 8

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آَدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ (١۷٢)
Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi". (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", QS Al A’raf : 172
حدثنا إسماعيل بن عياش الحمصي، عن المغيرة بن قيس التميمي، عن عمرو بن شعيب، عن أبيه، عن جده، قال: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ يَوْمًا لِأَصْحَابِهِ: "أَيُّ الْمُؤمِنِينَ أعْجَبُ إلَيْكُمْ إيمَانًا؟" قَالُوْا: اَلْمَلَائِكَةُ. قَالَ: "وَكَيْفَ لا يُؤْمِنُونَ وَهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ؟!" وَذَكَرُوْا اَلْأَنْبِيَاءُ قَالَ: "وَكَيْفَ لا يُؤْمِنُونَ وَالْوَحْيُ يَنزلُ عَلَيْهِمْ؟" قَالُوْا: فَنَحْنُ. قَالَ: "وَكَيْفَ لا تُؤْمِنُونَ وأنَا بَيْنَ أظْهُرِكُمْ؟!". قَالُوْا: فَأَيُّ النَّاسِ أَعْجَبُ إيمَانًا؟ قَالَ: "قَوْمٌ يَجِيؤُونَ مِنْ بَعْدِكُمْ يَجِدونَ صُحُفًا يُؤْمِنُونَ بِمَا فِيهَا"
Dari Amr bin Syu’bah, dari Bapaknya, dari kakeknya, ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah saw suatu hari menerangkan (bertanya) pada sahabat : siapakah orang beriman yang lebih dikagumi imannya oleh kalian? Para sahabat menjawab : Para Malaikat! Rasul saw bersabda; Bagaimana mereka tidak tidak memiliki iman seperti itu, sedangkan mereka berada di sisi Rabb mereka (Allah). Para sahabat menyebutkan : Para Nabi! Rasul saw bersabda ; bagaimana mereka tidak memiliki iman seperti itu, sedangkan wahyu turun kepada mereka? Para sahabat menjawab : kalau begitu kami! Nabi saw bersabda : Bagaimana kalian tidak memiliki iman seperti itu, sedangkan aku (Nabi saw) ada diantara kalian? Lalu manusia yang mana yang lebih dikagumi imannya? Rasulullah saw bersabda : (Orang yang paling dikagumi imannya) adalah kaum yang datang sesudah kalian. Mereka dapati lembaran-lembaran ( yang berisi Qur’an dan Hadits shahih) . Mereka mengimani apa yang ada di dalamnya.    Tafsir Ibnu Katsir 2:86,  Ad Durul mantsur 1:24, Ibnu Abdus Salam 2:175.

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ أَبِي النَّجُودِ عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ النَّاسِ أَشَدُّ بَلَاءً قَالَ الْأَنْبِيَاءُ ثُمَّ الصَّالِحُونَ ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ مِنْ النَّاسِ يُبْتَلَى الرَّجُلُ عَلَى حَسَبِ دِينِهِ فَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ صَلَابَةٌ زِيدَ فِي بَلَائِهِ وَإِنْ كَانَ فِي دِينِهِ رِقَّةٌ خُفِّفَ عَنْهُ وَمَا يَزَالُ الْبَلَاءُ بِالْعَبْدِ حَتَّى يَمْشِيَ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ لَيْسَ عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ
Dari Sa’ad bin Abi Waqash ia berkata; aku bertanya Ya Rasulallah saw, siapa manusia yang paling berat ujiannya? Rasul menjawab; para Nabi kemudian orang-orang sholeh, kemudian yang sebanding, lalu yang sebanding. Seseorang akan diuji menurut kadar agamanya, jika agamanya kuat maka ditambah ujiannya dan jika agamanya lemah, diringankan ujiannya, dan ujian itu terus ada pada seorang hamba sampai ia berada di muka bumi dalam keadaan tidak punya dosa.
HR Ahmad 3:410 No 1400, Tirmidzi 8:417 No 2322, Ibnu Majah 12:30 No 4013, Mushonaf Ibnu Abi Syaibah 3:121.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kami hanya menjawab KOMENTAR yang menuju PERBAIKAN